Zico, seorang pria dengan golongan darah langka, menjalani pemeriksaan ginjal setelah merebut kendali dari seorang buruh yang menantangnya di proyek konstruksi milik keluarganya. Meski ayahnya telah menetapkan aturan kesetaraan karyawan, Zico tetap berkonfrontasi dan menolak meminta maaf, memicu ketegangan. Merry berhasil menemukan donor ginjal yang cocok untuk Zico, namun ayahnya enggan mendonorkan ginjalnya sendiri. Saat menghadapi amarah Zico terhadap buruh tersebut, pertengkaran hampir membawa bahaya fisik, tapi intervensi menahan situasi. Konflik ini meninggalkan ketegangan soal hubungan keluarga dan rasa tanggung jawab yang belum selesai.