Yunita tiba dan mendapati Denny di ranjang Toni, lalu menuduh Toni mempermalukannya. Toni membela diri: dia membantu Denny yang 'lemah' dan menyangkal hubungan intim, bahkan menyuruh Yunita mengejar impiannya. Yunita mengecamnya sebagai pengecut dan mendesak berhenti berpura-pura. Ketegangan memuncak ketika Toni tiba-tiba marah, kemudian terlihat terpincang dan harus dibawa ke rumah sakit; ada orang yang berteriak minta tolong. Di akhir, Toni mengaku, "Aku Toni Juwan. Aku demensia," menyatakan ingin melupakan semuanya, meninggalkan Yunita dan Denny dengan kebingungan dan konsekuensi yang belum jelas.