Dalam episode ini, Pratama memimpin pasukannya menyerang musuh untuk menyelesaikan dendam lama yang terjadi 18 tahun lalu ketika keluarganya dibunuh. Ia menawarkan hadiah bagi yang berhasil memenggal kepala lawan, menguatkan semangat prajuritnya. Ia menghadapi ancaman dari pemimpin bayangan darah yang mengaku tak terkalahkan dan dijaga oleh Yang Mulia Lukas. Setelah pertempuran, Pratama menyatakan telah membalaskan dendam orang tuanya dan menerima penghargaan atas keberhasilannya merebut tiga wilayah utara. Ia kemudian mengumumkan akan mengadakan Perjamuan Naga di Kota Parkot dengan tujuan menggenapi janji lama sekaligus mempersiapkan kejutan bagi Susi.