Seorang panglima militer berencana mengejutkan Lili dengan pernikahan sebagai pengakuan statusnya. Di Kota Parkot, Susi menghadapi penolakan dari ibunya, Merta, yang menuntut mahar empat miliar sebagai syarat pernikahan. Susi menjelaskan bahwa selama lima tahun terakhir ia telah mengirim uang, termasuk tabungan untuk rumah mereka, sebagai pengganti mahar resmi. Konflik memuncak saat Merta tetap keras kepala menolak tanpa mahar tunai, sementara Susi mengusulkan pernikahan dulu, berjanji akan menyelesaikan masalah keuangan kemudian. Ketegangan berlanjut karena kondisi keuangan dan penolakan keluarga yang belum terselesaikan.