Di tengah wabah kiamat zombie yang menyerang universitas, Lafi berjuang bertahan hidup setelah dikhianati mantan pacarnya yang mendorongnya ke lautan zombie demi temannya yang kaya. Ia berhasil membangkitkan Sistem Ibu yang memberinya kekuatan untuk mengendalikan teman sekamarnya. Lafi mengorganisasi asrama menjadi kantin, peternakan, dan pabrik untuk bertahan hidup dan memulihkan ketertiban. Namun, perjuangannya belum selesai karena ia membutuhkan 5 juta inti kristal agar sistemnya bisa naik tingkat demi mengubah teman-temannya kembali menjadi manusia, sementara sumber daya itu sulit didapatkan di tengah kekacauan ini.
Helen bersikeras ingin bertemu ayahnya yang diyakini masih hidup meski ibunya mencoba menenangkan. Saat mereka menghadapi ancaman dari seseorang yang memaksa menyerahkan antibodi, situasi menjadi berbahaya. Helen mencoba melarikan diri dengan peringatan ibunya untuk tidak gegabah, tetapi ia mulai merasakan sakit kepala yang mengganggu. Dalam pelariannya, Helen harus terus menghindari bahaya sambil berusaha mempertahankan harapan menemukan ayahnya. Episode berakhir dengan kemunculan sosok bernama Sarah yang menambah ketegangan dan misteri terhadap nasib Helen dan keluarganya.
Lafi diminta oleh seorang pria yang menganggapnya sebagai antibodi terakhir untuk membawa anak tersebut pergi demi keselamatan. Saat itu muncul kelompok lain yang memiliki kekuatan tingkat S dan berusaha merebut anak itu. Goram, sosok pelindung Lafi, memerintahkan anggota timnya mengusir para penyerang, namun mereka menghadapi zombie tingkat SSS yang tak terduga, yang memiliki kemampuan kontrol zombie. Dalam kekacauan itu, kekuatan mematikan mulai terungkap dan ancaman baru muncul. Episode ini berakhir dengan pertanyaan besar tentang kebenaran kondisi dan siapa yang sebenarnya memegang kendali.
Lafi menghadapi kenyataan pahit bahwa Nando, pacarnya, ternyata sudah meninggal dan menjadi zombie setelah berusaha menolong teman-temannya. Helen, yang selama ini dipenjara dan dijadikan objek eksperimen, mengungkapkan bahwa ia adalah anak Nando dan ibunya hamil sebelum wabah terjadi. Lafi juga tahu dirinya telah dibohongi oleh Tumang, yang membawa penderitaan selama bertahun-tahun. Dengan rasa bersalah dan duka, Lafi berusaha memahami situasi yang semakin kompleks, sementara kehadiran istrinya menjadi tanda penting di akhir episode, meninggalkan ketegangan tentang langkah selanjutnya yang harus diambilnya.
Nando, yang sudah berubah menjadi zombie, menunjukkan ingatan yang mengejutkan saat mengenali Sarah, meski zombienya biasanya hilang ingatan. Lafi meminta Nando menjaga Sarah jika dia datang, karena Nando masih mengirim pesan padanya setiap hari. Sarah dan Lafi kemudian diterima di rumah seorang ibu dermawan yang menyediakan makanan lezat, sebuah kemewahan langka setelah wabah. Mereka merasa terharu dan berterima kasih, tapi situasi Nando yang belum sepenuhnya menjadi manusia kembali masih menggantung, menimbulkan keinginan kuat Lafi untuk menyelamatkannya.
Setelah dikurung selama empat tahun, Helen akhirnya menikmati makanan lezat yang jarang ditemui sejak wabah, seperti daging segar dan keripik rasa pedas favoritnya. Sebuah momen kebahagiaan sederhana ini menggambarkan betapa beratnya hidup Helen selama masa sulit. Namun, sang ibu melarang anak-anak makan makanan tertentu demi alasan kesehatan, menambah ketegangan kecil dalam keluarga. Kemudian, pernyataan Helen kepada Nando tentang usaha mengembalikan ingatan menandai tekadnya, tetapi di akhir episode, Helen tiba-tiba mengaku bahwa ia sudah tidak bisa makan lagi, menciptakan kebingungan dan ketidakpastian yang menggantung sebagai masalah baru yang harus dihadapi.
Di tengah wabah zombie, Lafi, seorang mahasiswa biasa yang sebelumnya dianggap lemah, kini menunjukkan kemampuan mengendalikan zombie yang mengejutkan kelompok berkekuatan di markas. Meski dia dianggap sampah dan ditinggalkan saat evakuasi, Lafi malah bertahan hidup dan berkembang. Para anggota markas merasa terancam, terutama karena Lafi memiliki banyak bawahan berkekuatan dan ayahnya adalah kepala Grup Jahan, yang menambah tekanan bagi Tumang dan bawahannya untuk menghadapi Lafi. Ketegangan meningkat menjelang kedatangan orang-orang lain yang ditunggu di markas.
Dalam episode ini, Lafi menunjukkan kemampuannya mengendalikan zombie yang bahkan bisa bermain bola basket, menimbulkan kekaguman sekaligus kekhawatiran dari kelompok lain. Mereka memutuskan untuk membawa Lafi ke markas demi memanfaatkan kemampuannya meski jumlah zombie yang dikendalikan masih sedikit. Namun, muncul ancaman penyusup yang memicu perintah untuk menangkapnya dan perlindungan ketat terhadap pimpinan markas. Di tengah situasi tegang, muncul juga hewan zombie yang memperingatkan bahaya baru. Ketegangan berakhir dengan keputusan keras pimpinan agar kesalahan serupa tidak terulang, meninggalkan ketidakpastian dalam pengelolaan kekuatan Lafi.
Lafi diserang dan meminta bantuan ibunya setelah berkonflik dengan seorang pimpinan karena membunuh zombie. Meski menghadapi tuduhan memelihara zombie untuk menyerang manusia, Lafi berhasil membuktikan bahwa zombie itu tidak agresif dan malah memberikan peringatan. Dalam situasi tegang, tentara mulai memerintahkan pembunuhan pada zombie dan Lafi, tetapi ayah Lafi datang menyelamatkan. Kemudian, pemimpin tentara Negara Samaria tiba dengan permintaan penting, namun Lafi menunjukkan sikap tegas menolak menyambut mereka, memicu ketegangan antara kedua belah pihak yang belum terselesaikan.
Di episode ini, ketegangan muncul saat Pak Lafi, yang bisa mengendalikan zombie tingkat SSS, menghadapi konfrontasi dengan anggota markas yang menuntut dia minta maaf atas perilaku kasar terhadap seorang teman dan anak angkatnya. Konflik memuncak ketika Pak Lafi menolak mengakui kesalahan, memicu ancaman pemecatan seorang anggota bernama Sam. Meski ada upaya mediasi, dendam lama terungkap terkait Grup Jahan yang menyekap mahasiswi dan menggunakan anak angkat Pak Lafi sebagai kelinci percobaan. Episode berakhir dengan ancaman balas dendam yang belum terselesaikan, mempertegas konflik mendalam di antara mereka.