Seorang pria menunggu seseorang di sebuah tempat selama satu jam dalam diam sambil tersenyum sendiri, mengundang pertanyaan dari temannya. Pria itu mengisahkan masa lalunya saat kehilangan keluarganya dan mengurung diri di loteng hingga dipaksa turun untuk makan oleh seseorang yang peduli. Dia juga menyatakan keinginannya makan di restoran tertentu yang berhubungan dengan mendiang kakaknya. Percakapan itu mengungkap ketergantungannya pada orang lain dan keputusannya untuk dimanfaatkan demi tujuan khusus. Episode ditutup dengan pria tersebut mempersiapkan kencan penting yang diprediksi akan menimbulkan kekacauan dengan konsekuensi yang harus dia tangani.