Evander menghadapi tekanan dari para eksekutif yang menuntut agar Alex kembali menjabat setelah ucapannya saat mabuk tersebar dan membuat citranya runtuh. Seorang wanita yang mengaku telah mengabdi bertahun-tahun memohon agar anaknya yang dianggap bermasalah tersebut dimaafkan. Evander menolak dan menegaskan bahwa kesalahan harus mendapat konsekuensi, lalu memerintahkan agar anak itu dididik dan siap dikirim ke Dragon Club. Di akhir, Evander dihadapkan pada pilihan sulit antara kekuasaan dan mempertahankan anaknya, meninggalkan keputusan yang belum terjawab.