Ketika kaki wanita itu keseleo dan stroberi tercecer, Enzo yang dikenal menderita misofobia mengejutkan dengan membantu memungut dan bersentuhan tangannya dengannya. Ia menolak pendekatan Enzo karena kerasnya hidup sebagai penjual ikan selama sepuluh tahun, tapi Enzo tak menyerah: menggendongnya ke rumah sakit, membujuk minum obat, bahkan memberi permen. Perhatian tulusnya melunakkan hatinya hingga ia menerima cintanya; orang-orang di sekitarnya terkejut melihat sisi hangat Enzo. Mereka sepakat ingin dua anak, lalu wanita itu bercanda mengaku hamil supaya dapat makanan enak—klaim yang meninggalkan tanda tanya akhir.