Kerumunan mengejar Pak Enzo setelah pengumuman bahwa Nyonya Bella memerintahkan mereka membawanya ke kencan buta; pengumuman "Pak Enzo kabur lagi" memicu pengejaran. Mereka menemukannya di pasar ikan, di mana Fina memamerkan keterampilan memotong ikan dan orang-orang berebut hasil. Tersirat pula transaksi "Terima 20 juta di rekening" sementara seorang wanita dilempari hinaan dan diusir. Beberapa orang bahkan mengancam kekerasan, namun terungkap Pak Enzo menderita mysophobia sehingga tak ingin masuk tempat kotor, membuat pengejaran macet. Adegan berakhir dengan keributan dan seruan "Hati-hati!", ketegangan tetap belum terselesaikan.
Seorang wanita mengembalikan kartu hitam dan ikan kepada Enzo Ciawi; Enzo memerintahkan Kent menyelidiki latar belakangnya. Enzo mencari pasangan nikah palsu dan menargetkan Fina, anak yatim angkat Keluarga Salim yang memiliki adik dan utang. Negosiasi uang memanas: Fina minta 5 juta per bulan, pihak itu menyebut 5 miliar, memicu hinaan dan ancaman agar dia tak lari. Terungkap Chery putri Keluarga Husni dan Enzo anak tunggal Ciawi, pernikahan keluarga sudah diatur oleh ibu. Adegan menutup saat seseorang menawarkan kue pada Enzo dan terdengar teriakan Lepaskan suamiku!, menggantung konflik.
Di tengah acara keluarga Husni seorang wanita menggebrak masuk dan memicu keributan — ada teriakan lepaskan suamiku! — lalu mengaku sebagai Chery dan menuntut keluarga Husni menjadi miliknya. Keluarga menolak mengenalinya, ada yang menduga ia kehilangan ingatan atau penipu. Chery menuduh Ivy, yang ia sebut teman, telah menyakitinya dan menyuruh Ivy berhenti membantu. Seorang pria memperkenalkan tunangannya kepada ibu dan keluarga menuduh Chery menggoda Kak Enzo. Ketegangan meningkat ketika 5 miliar ditransfer dan muncul perintah urus surat nikah, menyisakan pertanyaan apakah pernikahan itu akan benar-benar terjadi.
Episode dibuka saat seorang wanita menuduh Pak Enzo bahwa pernikahannya ditentukan begitu saja. Di rumah sakit, seorang pasien terbangun dan mengeluh dokter yang berjanji menemaninya menghilang; seseorang memerintahkan mencari dokter wanita itu dan bilang ia butuh istri kontrak sementara sampai dokter ditemukan. Ketegangan memuncak ketika sekelompok pemeras menuntut 5 miliar, mengancam menuduh pemerkosaan atau melaporkan ke polisi jika tidak bayar; keluarga yang berutang terdesak dan harus menyerahkan uang. Korban menolak dan ingin melapor, tapi pemeras mendesak "bawa uangnya dan pergi". Panggilan terakhir "Fina? Kak?" meninggalkan pilihan pembayaran atau konfrontasi yang belum terjawab.
Fina menghadapi ultimatum uang 5 miliar: tawaran pernikahan dari Keluarga Ciawi yang bisa melunasi utang keluarga. Ia mengakui berpacaran dengan Toni namun memilih menerima uang demi orangtua yang menolongnya, beralasan "cinta bisa khianati, tapi uang nggak." Orangtuanya menolak konsep dirinya 'dibeli', sementara Fina berjanji menjaga keluarga dan mengurus pengiriman usaha. Di akhir episode, kerabat menuduh Fina pura-pura menikah; ketika ia menyatakan cinta pada Enzo, mereka mengejek asal-usulnya dan menuntut penjelasan — kesetiaan dan motif Fina tetap belum terjawab.
Ketika kaki wanita itu keseleo dan stroberi tercecer, Enzo yang dikenal menderita misofobia mengejutkan dengan membantu memungut dan bersentuhan tangannya dengannya. Ia menolak pendekatan Enzo karena kerasnya hidup sebagai penjual ikan selama sepuluh tahun, tapi Enzo tak menyerah: menggendongnya ke rumah sakit, membujuk minum obat, bahkan memberi permen. Perhatian tulusnya melunakkan hatinya hingga ia menerima cintanya; orang-orang di sekitarnya terkejut melihat sisi hangat Enzo. Mereka sepakat ingin dua anak, lalu wanita itu bercanda mengaku hamil supaya dapat makanan enak—klaim yang meninggalkan tanda tanya akhir.
Kejutan: seorang wanita mengaku hamil anak Enzo, bahkan menyebut itu sepasang kembar. Karena pentingnya nama Keluarga Ciawi, dia mengaku terpaksa menggugurkan bayi-bayi itu, dan pengakuan ini memicu rasa bersalah yang berat. Ia berkata sering mendengar bayi memanggil ibu dan nenek, sementara anggota keluarga, termasuk Kak Bella, bereaksi dengan kecaman dan dorongan untuk bertanggung jawab. Seseorang menuduh Pak Enzo dan pengakuan itu terdengar oleh pihak lain, memicu kepanikan bahwa semuanya akan terbongkar. Episode berakhir ketika Kak Bella terguncang dan memanggil ibu, meninggalkan reputasi keluarga dan tuduhan aborsi yang belum terselesaikan.
Episode dibuka dengan Bella yang tiba-tiba pingsan; orang-orang memberi ruang, memeriksa napas yang lancar namun nadi lemah, lalu mengambil kotak obat saat seseorang menunjukkan keterampilan medis yang mengingatkan pada "orang itu". Ibunya menuding keluarga Ciawi dan meminta Fina pulih lalu melahirkan cucu untuknya. Adegan berpindah ke tempat kerja di mana seorang wanita mengakui akting demi uang, menolak panggilan "sayangku" dan meminta bayaran ekstra jika tidur satu tempat. Ketegangan meledak ketika seseorang berbalik menyerang teman yang memohon "jangan"; kekuatan wanita itu menghentikan serangan, meninggalkan nasib pelaku belum jelas.
Episode dimulai dengan adegan canggung antara dua orang yang bergulat—satu minta dipeluk, yang lain menolak hingga sepakat 'pisah kamar' setelah ancaman biaya satu juta. Kemudian rombongan termasuk Nona Chery, Hans, Tante Bella, Fina, dan Enzo datang mengantar undangan. Ketegangan meletus ketika Fina tidak menyajikan teh untuk Tante Bella; Tante Bella menghina Enzo dan keluarganya, sementara seorang wanita mengaku 'kakak sepupu Enzo' menolak hinaan. Disebut Keluarga Husni mendukung Hans jadi pewaris Grup Ciawi dan ada klaim 'ibunya bosku', pertengkaran berakhir dengan ancaman fisik—konflik belum terselesaikan.
Episode dimulai dengan kekacauan pagi: seseorang dipaksa bangun dan diantar keluar sambil menjerit minta dilepaskan, sementara saudara-saudaranya saling mengejek. Ibu menengahi, memuji Fina yang baru menikah karena bisa membela keluarga, dan menyindir anggota lain yang dinilai tak berguna. Seorang anggota diam-diam menyembunyikan makaron untuk orang yang disayang. Percakapan beralih ke tudingan soal patuh demi menjaga hubungan antar saudara. Ibu kemudian mengabarkan pesta tunangan Keluarga Husni besok; seorang anak girang ingin pergi. Episode ditutup dengan hiruk pasar dan teriakan penjual gula kapas, meninggalkan ketidakpastian menjelang pesta esok.