Tina terus menangis karena merasa tidak diperhatikan oleh ayahnya, Tuan Ryan, yang lebih sibuk dengan hobinya seperti balapan dan bermain kartu. Meski Tina berharap ayahnya yang menghibur, nyatanya Bi Sani yang harus mengajaknya ke taman hiburan. Saat Tina menuntut agar semua barang kesayangan ayahnya seperti mobil balap, buaya peliharaan, bar, dan kartu dijual atau dimusnahkan, Tuan Ryan mulai menyadari kesalahannya dan berjanji untuk lebih memprioritaskan Tina. Episode berakhir dengan perubahan sikap Tuan Ryan yang mulai bertobat, namun hubungan mereka masih belum sepenuhnya pulih.