Winnie menantang Nona Jenny, seorang petinju ahli yang mewarisi ilmu dari Bu Erika, untuk bertarung di arena segi delapan meskipun dianggap sebagai orang awam. Jenny meremehkan keberanian Winnie dan memperingatkannya akan bahaya pertarungan yang bisa berujung cacat bahkan kematian. Meski mendapat ancaman dan hinaan, Winnie tetap yakin dan bersiap menghadapi duel yang akan membuktikan kehebatannya. Teman-teman di sekitar mereka menjadi saksi ketegangan sebelum pertarungan resmi dimulai, meninggalkan ketidakpastian siapa yang akan menang dan konsekuensi serius yang menunggu.