Shira Xavia bebas setelah menjalani hukuman 5 tahun atas permintaan orang tuanya demi melindungi adiknya. Meski dijuluki idiot dan dipandang rendah oleh masyarakat serta keluarganya sendiri, Shira menunjukkan keahlian bela diri yang mengejutkan saat dipaksa dibawa ke rumah sakit jiwa oleh orang-orang yang dipercayai keluarganya. Merasa dikhianati dan tak lagi punya keluarga, Shira menolak menyerah dan menegaskan bahwa dirinya bukan idiot, melainkan kehilangan sepotong jiwa yang hanya bisa utuh jika menemukan jodohnya. Di tengah konflik dan tekanan, seorang pria muncul menyatakan akan menjemput Shira, memicu situasi baru yang belum terpecahkan.