Seorang adik merasa bersalah karena adiknya dan keluarganya terjerat masalah berat, sementara kakaknya menolak memberi maaf dan menuntut hukuman sebagai gantinya. Kakak yang baru pulang menemukan kamar yang tak rapi dan merasa kecewa, tapi adiknya meyakinkan bahwa keluarganya sangat menyayanginya dan kini ia satu-satunya putri di keluarga itu. Setelah melihat kondisi kamar kakak yang buruk, adik ini menawarkan untuk bertukar kamar, dan kakaknya setuju, meski masih merasa lelah dan ingin mengakhiri perbincangan dan pergi. Konflik keluarga ini belum menemukan solusi pasti dan ketegangan hubungan tetap terbuka.