Bu Nia datang ke sekolah menuntut penjelasan karena anaknya dipukuli sampai luka parah oleh Anna, siswi lain yang dituding mengajak orang luar sekolah menindas anaknya. Bu Devi, guru sekolah, membantah dan menyatakan bahwa anak Bu Nia lah yang memulai. Ketegangan meningkat karena Bu Nia berasal dari keluarga kaya yang berafiliasi dengan Grup Kobra, mitra utama yang berkuasa di dunia hitam dan putih. Ancaman kekuasaan ini membuat situasi semakin rumit, sementara Tuan Deni, sekretaris Grup Kobra yang akan menggantikan bosnya, mendapat tawaran dukungan yang menunggu tindak lanjut keputusan berikutnya.