Malam itu dingin; seorang wanita mengganti alas tidur Pangeran agar ia tak masuk angin, namun Pangeran menolak disentuh dan mengulang bahwa di malam pernikahan ia tak punya perasaan padanya. Wanita menegaskan tak akan melewati batas, sementara Pangeran berkata "kau itu istriku" dan menyuruhnya serahkan urusan pada pelayan. Ia pulang dan menegur Albert agar tak mempersulit sang istri, sembari ada bisik tentang Permaisuri yang mengabdi pada negara dan tanya "kenapa menangis?" Jarak emosional mereka tetap menggantung.