Di sebuah penghadapan publik, Bu Alia dan rekan-rekannya memaksa Sani minta maaf atas surat-surat yang terbongkar dan dugaan perasaannya kepada Om Yuno karena bisa berujung sanksi dari komisaris. Mereka mendesak Sani mengaku agar masalah cepat diselesaikan, namun Sani mengaku menulis surat itu sekaligus menolak dipaksa minta maaf karena merasa tidak bersalah. Titik balik terjadi saat Sani mengakui dulu menyukai sang om, lalu berjanji akan menyingkirkan perasaannya; ia tetap menolak permintaan maaf publik, meninggalkan ancaman sanksi dan reputasi yang belum tuntas.