Aurel, seorang dokter, diperingatkan karena sering bolos kerja dan mengganggu ketertiban rumah sakit. Ia merasa tertekan oleh rasa sakit yang dipindahkan dari Elisa, seorang kolega yang selalu mendapat perhatian dan ucapan terima kasih dari pasien. Aurel percaya bahwa menjauh dari Elisa bisa menghentikan rasa sakit itu. Meskipun ia merasa tertekan dan ingin berhenti bekerja, pihak rumah sakit menolak pengunduran dirinya, menciptakan ketegangan antara keinginan pribadi Aurel dan tanggung jawab profesional yang harus ia jalani. Konflik ini menjadi titik balik yang menentukan keputusan Aurel selanjutnya.