Aurel terbangun di rumah sakit setelah pingsan dan muntah darah di pesawat, bingung mengapa ia kembali dirawat padahal sudah keluar. Ia mengetahui bahwa rasa sakit dari penyakit lambungnya masih berpindah kepadanya meski ia sudah berhenti dari pekerjaannya dan menghindari masalah dengan dokter Elisa. Meski dokter lain menyarankan istirahat ketat, dokter Elisa optimis dapat menyembuhkan kerusakan lambungnya tanpa rasa sakit. Aurel bertemu dengan dokter Fajar yang mengungkapkan ada pasien lain dengan kondisi serupa yang mengaku rasa sakitnya pindah selama operasi, memicu pertanyaan besar tentang keanehan penyakit ini dan keberlanjutan perjuangan Aurel.