Episode ini membuka dengan kilas balik 500 tahun lalu saat insiden yang memicu konflik di Gunung Kusna, di mana Sang Suci Agung asli yang benar-benar ditundukkan, bukan Sang Tercerahkan seperti yang dikira orang. Kini, setelah dikurung selama setengah milenium, Kera Nakal masih menyangkal kesalahannya dan menolak mengakui dosa, meyakini nasibnya sudah ditakdirkan. Ia bersikukuh bahwa ia adalah leluhur takdir. Sementara itu, guru Sang Suci Agung menantang muridnya untuk menghadapi kenyataan pahit dan menggunakan akal, walau dendam membebani hati murid itu, menyiapkan ketegangan yang belum selesai dalam konfrontasi mendatang.