Pertengkaran sengit pecah di antara kelompok pria yang bersitegang karena salah satu dari mereka menyakiti adik ketiga salah satu pria tersebut. Sang kakak tertua menahan diri dan memutuskan tidak ikut turun tangan, menyerahkan urusan itu kepada seorang pria lain yang berniat membalas dengan keras. Di tengah intensitas bentrokan ini, seorang pria mengingatkan bahwa sudah lima ratus tahun berlalu, memperingatkan bahwa aturan yang ia pegang harus tetap dihormati. Ketegangan meningkat dengan ancaman balas dendam, sementara ketentuan masa lalu menjadi beban yang belum terpecahkan.