Seorang wanita yang mengaku sebagai keponakan orang terkaya di Kota Meruya menghadapi Yudi dengan sombong, mengklaim bahwa pekerjaan sama antara Yudi dan Bu Mila terjadi berkat koneksi pamannya. Dia menegaskan bahwa Mila adalah asisten pribadinya dan mengatur kedatangan Mila ke kota, sambil mengejek status keluarga Praksa yang dianggap tidak pantas. Wanita itu memaksa Yudi untuk menandatangani sesuatu dan menyerahkan kartu sebelum pergi, meski Yudi berusaha menolak bahkan sampai terjadi kontak fisik. Ketegangan berakhir dengan ketidakpastian hubungan dan tuntutan utang yang belum jelas penyelesaiannya.