Yudi menghadapi tekanan saat ia mendapatkan dukungan dari beberapa orang terkaya di berbagai kota, termasuk Pak Ferdi, Pak Joko, Pak Ben, dan Pak Hata. Namun, ketegangan meningkat karena sikap keras kepala Siska yang membuat Yudi mengancam tidak akan mengampuninya. Di tengah konflik, perintah kekerasan diberikan untuk melumpuhkan lawan dengan cara patahkan tangan dan kaki mereka. Situasi memanas dan ancaman kekerasan membuka jalan bagi konfrontasi yang belum terselesaikan, menimbulkan tanda tanya mengenai dampak keputusan ini bagi hubungan mereka dan konflik selanjutnya.