Siska, seorang penjual ikan, menghadapi tekanan dari orang-orang sekitar yang meremehkan dan mengusirnya dari tempat jualannya meski dia sudah membayar uang sewa. Berita tentang Mila Kevana, wanita terkaya yang akan hadir di forum bisnis, muncul sebagai latar yang mempertegas kontras kehidupan Siska. Konflik memuncak saat Siska tetap bertahan di tempat itu dan menolak pergi tanpa kompensasi kerugian yang dialaminya. Episode berakhir dengan ketegangan yang belum terselesaikan antara Siska dan pihak yang menuntutnya pergi, memicu pertanyaan tentang identitas dan latar belakang Siska yang sebenarnya.
Di Pasar Hajan, seorang pria mengancam untuk memungut semua udang jika wanita terkaya dari majalah Forbes, Mila, datang ke sana. Ia meremehkan kemampuan Mila dan memperingatkan bawahannya untuk bersiap menghadapi kedatangannya sebagai inspektur di lokasi itu. Ketegangan mencapai puncak saat hitungan mundur berakhir, tetapi Mila tidak muncul. Ancaman pria itu tetap menggantung, menimbulkan rasa takut dan ketidakpastian yang belum terselesaikan, memicu pertanyaan tentang langkah apa yang akan diambil selanjutnya.
Di episode ini, Bu Mila memarahi seorang pria yang dianggap bertindak semena-mena saat dia tidak ada, lalu memerintahkan pengawal untuk mengusirnya. Pria itu berusaha memberi penjelasan namun diabaikan. Sementara itu, Pak Raka diberitahu tentang keberadaan tunangannya di Kota Meruya, yang ternyata mendukung Bu Mila. Meski besok ada rapat direksi, Pak Raka memutuskan menggunakan pesawat pribadi ke Kota Meruya untuk menghadapi tunangannya dan menanyakan alasan di balik keputusannya meninggalkan pernikahan. Konflik dan ketegangan antar tokoh meningkat tanpa solusi pasti.
Pak Raka memimpin misi ke Kota Meruya saat pemimpin Negara Zena menunggu karena urusan kesehatan. Sementara itu, Raja memerintahkan persiapan penjemputan wanita yang akan dinikahinya. Di sisi lain, Nona Siska mendapat kabar bahwa suaminya ikut menawar Proyek Osena senilai 200 triliun dan pendaftaran perusahaannya dipastikan sukses. Grup Praksa berkembang pesat berkat bantuan Siska, menjadikan suaminya pebisnis internasional. Pada titik penting, seseorang mempertanyakan mengapa Siska, yang kaya, masih berjualan ikan di pasar, menimbulkan ketegangan tak terduga di episode ini.
Seorang wanita bekerja keras membantu ibunya yang sakit dengan berjualan bahan impor. Setelah pulang larut, ia dipaksa untuk membaca surat cerai dari ibunya, yang menolak menganggapnya sebagai anak karena penampilannya yang buruk dan mencela kesungguhannya. Ibu itu menegaskan bahwa wanita tersebut tidak pantas menjadi bagian dari keluarga Praksa. Ketegangan meningkat saat wanita itu menghadapi kenyataan pahit pengusiran ini, menutup episode dengan konflik keluarga yang menggantung dan pilihan masa depan yang sulit.
Iya merasa tidak pantas dengan Yudi setelah mengetahui Yudi akan menandatangani kontrak ratusan triliun dengan Mila Kevana, sementara dirinya hanya menjual ikan di pasar. Ketegangan memuncak saat Mila menyinggung Iya, menyatakan bahwa dia tidak cocok dengan Yudi. Yudi yang hadir membela Iya, menegur Mila yang mengganggu rumahnya, dan mempertanyakan pengaruh uang dari hasil jualan ikan yang ternyata mencapai empat miliar. Konflik antara Iya, Yudi, dan Mila berakhir dengan ancaman Yudi untuk menjauh agar tidak memperburuk hubungan, meninggalkan ketidakpastian soal masa depan hubungan mereka.
Dalam episode ini, konflik muncul saat seorang wanita menghadapi tekanan dan hinaan dari ibu mertuanya karena belum hamil dan dianggap tidak berkontribusi di rumah selama tiga tahun pernikahan. Ia menegaskan telah menjaga semua aspek kehidupan keluarga, namun tetap dipandang rendah. Suasana memanas ketika ibu mertua memerintahkan pengawal membawa barang-barang wanita itu. Sementara itu, muncul keraguan tentang kesuksesan perusahaan anak ibu mertua yang sebenarnya mendapat bantuan dari wanita tersebut. Di akhir episode, wanita itu setuju menandatangani surat cerai, memicu ketegangan dan penyesalan yang belum terungkap.
Seorang wanita yang mengaku sebagai keponakan orang terkaya di Kota Meruya menghadapi Yudi dengan sombong, mengklaim bahwa pekerjaan sama antara Yudi dan Bu Mila terjadi berkat koneksi pamannya. Dia menegaskan bahwa Mila adalah asisten pribadinya dan mengatur kedatangan Mila ke kota, sambil mengejek status keluarga Praksa yang dianggap tidak pantas. Wanita itu memaksa Yudi untuk menandatangani sesuatu dan menyerahkan kartu sebelum pergi, meski Yudi berusaha menolak bahkan sampai terjadi kontak fisik. Ketegangan berakhir dengan ketidakpastian hubungan dan tuntutan utang yang belum jelas penyelesaiannya.
Episode ini dimulai dengan perpisahan tajam antara seorang pria dan wanita dalam perceraian yang penuh emosi, saat wanita menolak uang dan menuntut cincin kawin mahal kembali. Namun, cincin itu ternyata palsu, mengungkapkan bahwa pria tersebut tidak mampu membeli cincin asli senilai ratusan miliar. Sementara itu, Kak Yudi berhasil membersihkan orang-orang berniat jahat dari sekitarnya dan siap memulai hubungan baru dengan Ina. Namun, muncul kabar tentang tamu misterius yang lebih kuat dari Mila Kevana, menimbulkan ketegangan baru yang belum terpecahkan. Pada saat bersamaan, seorang wanita menerima tawaran dari orang terkaya Kota Meruya, meningkatkan intrik dan persaingan yang akan datang.
Setelah bercerai dengan Yudi, Ilya bertekad menghadiri acara penawaran yang dulu dihindarinya, menunjukkan perubahan sikapnya terhadap bisnis dan masa lalu. Sementara itu, Siska terkejut saat bertemu Raka Feriko, orang terkaya dunia dan tunangan Ilya, yang muncul tiba-tiba meninggalkan pertanyaan tentang hubungan mereka. Ketegangan meningkat ketika seseorang menyalahkan Ilya karena menghilang selama tiga tahun, menyebabkan kesalahpahaman dan konflik baru. Episode ini berakhir dengan ketegangan yang menggantung antara Ilya, Siska, dan Raka, menandai dinamika baru yang kompleks dan belum terselesaikan.