Helen menyaksikan pernikahan ayahnya, Pak Satria, dengan tante setelah kematian om dan adiknya, sementara ia dan ibunya ditelantarkan di gubuk. Helen marah karena ayahnya mengabaikan tanggung jawab pada ibunya yang buta dan meninggalkannya sendiri tanpa dukungan finansial. Ketegangan memuncak saat Helen dituduh sebagai penyebab kesulitan ibunya dan diperlakukan kasar oleh orang di sekitarnya. Namun, episode berbalik saat Helen terbangun dan menyadari ia terlahir kembali, menghadapi kenyataan bahwa ibunya masih hidup dan ayahnya kini menjadi danki, membuka peluang baru dan konflik yang belum selesai.