Wenny datang menemui Melia dan Dian, tapi langsung dicurigai karena Dian memanggilnya 'papa', padahal Dian dianggap anak om Melia. Melia bersikeras menjaga citra keluarganya demi markas, mengaku Wenny adalah istrinya dan Dian anaknya untuk melindungi rahasia. Dian mempertanyakan ketidakcocokan antara kondisi sulit seperti di surat dengan kemewahan yang terlihat pada Melia dan keluarganya. Ketegangan meningkat saat Melia menolak kritik Wenny, memerintahnya pergi dan tak kembali lagi. Wenny kemudian memutuskan untuk menemui seseorang di gang tempat ia dijemput sebelumnya untuk mengucapkan terima kasih atas bantuan yang diterimanya, mengungkap bahwa orang itu adalah letkol.