Mila, yang dituduh membawa sial setelah ibu meninggal, menggali sendiri liang kubur dan bertekad mencari ayahnya. Setelah berjalan 50.000 mil, ia tiba di rumah seorang Jenderal Pengawas yang baru berusia 30 tahun dan dikabarkan belum punya anak; para keluarga membahas memaksanya menikah lagi dan ingin memanggil tabib untuk memeriksa masalah keturunan. Jenderal membela diri, menegaskan tubuhnya sehat dan memperingatkan dengan pistol. Tepat saat itulah Mila muncul dan mengatakan, "Ayah, Mila akhirnya ketemu kau juga," membuka konfrontasi baru yang masih menggantung.
Seorang bocah tiba mengaku anak Jenderal, mengklaim ibunya sebelum meninggal menyuruhnya menunjukkan sesuatu agar Jenderal mengaku. Jenderal ragu karena ibu bocah berasal dari Desa Veras yang jauh dan memerintahkan letnan menyelidiki. Para pejabat dan pengawal, termasuk Ketua Jimmy, mengejek bocah sementara ia menceritakan perjalanan berat mencari ayah. Di tengah celaan bocah meramalkan kebakaran rumah Ketua Jimmy pada jam sembilan lewat setengah. Sesaat kemudian laporan datang: gudang di rumah mereka terbakar, memaksa semua pihak menghadapi ramalan yang mungkin benar.
Ramalan anak kecil tiba-tiba terbukti ketika gudang yang tampak aman terbakar, membuat warga tercengang. Mila lalu jatuh sakit setelah makan telur; dokter mengatakan ia menderita malnutrisi jangka panjang sehingga makanan sulit dicerna. Penyelidikan mengungkap identitasnya: Mila adalah putri Jenderal dengan tabib dari Kabupaten Mars; ibunya meninggal setahun lalu dan Mila berjalan sendiri sampai ke sini. Warga menuduhnya membawa sial, memukuli dan mengusirnya. Jenderal menenangkan Mila dan memerintahkan agar ia tinggal di kediaman jenderal. Keputusan itu meninggalkan ketegangan dan konsekuensi yang belum terselesaikan.
Jenderal ditahan di Kabupaten Mars karena rakyat membutuhkannya; meski ia menunggu dokter wanita yang dulu menyelamatkannya, kabar kematiannya tiba. Orang dari Nyonya Besar meminta Jenderal membawa nona kecil untuk bertemu dia, memicu tugas tak terduga. Di tempat lain, Mila diperkenalkan sebagai cucu sang nenek yang menderita sakit kaki; beberapa menyebut wajahnya mirip Harry kecil. Mila memijat kaki nenek, melantunkan ungkapan tentang aura positif dan mengusir energi jahat, lalu kaki nenek tampak lega. Episode berakhir dengan tanya siapa nona kecil yang harus dibawa ke pertemuan itu.
Mila mendeteksi aura jahat di kaki nenek dan membaca mantra, tapi mantranya tak sepenuhnya menyembuhkan. Ayahnya, Letnan Liam, dan nenek menelusuri penyebab sampai menyadari gelang jako sumbernya; nenek ingat gelang itu diberikan Nyonya Besar Baleno lima tahun lalu. Sejak Nyonya Besar sakit kaki hubungan mereka merenggang, memunculkan kecurigaan bahwa gelang itu dimanipulasi. Barang yang menyakiti nenek ternyata berada di Kediaman Baleno. Mila minta diajak dan ayah setuju—mereka akan pergi saat ulang tahun ke-60 Tuan Baleno, meninggalkan pertanyaan siapa yang bertanggung jawab.
Mila, anak kurus yang mengaku keluarga Jenderal, tiba di kediaman dan langsung dituduh menipu oleh para wanita di sana. Ibu tiri dan para wanita menyeretnya, mengutuk dan memukuli Mila hingga babak belur sambil menyatakan dia layak mati jika berbohong. Seorang pelayan khawatir Mila akan mati, tapi kekerasan berlanjut sampai Jenderal tiba dan menghentikannya. Jenderal menegur para wanita, menanyai siapa yang mengatur aturan di rumahnya, lalu menyatakan akan memberi tahu aturan rumah kepada mereka. Nasib Mila tetap tergantung pada respons ibu tiri terhadap keputusan Jenderal.
Mila terbangun di rumah besar keluarga Baleno setelah sakit; bibinya menenangkan, bilang Mila mirip ibunya dan menawarkan diri jadi pengganti ibu sementara Jenderal tampak cemas. Ayah sedang mengurus pekerjaan; pembicaraan mengungkap penyesalan Ayah karena dulu tidak segera mencari ibu, namun Mila membela dan menenangkan dia serta menerima tinggal di rumah mewah itu. Ayah menegaskan ia mengizinkan Mila demi kenyamanannya. Suasana berubah ketika hadir peringatan tentang aura jahat di rumah Baleno dan seseorang menyuruh Mila melakukan apa yang ia mau, dengan ancaman tersisa bahwa Ayah siap menanggung segala akibat.
Di pesta ulang tahun Tuan Baleno, Harry Tanadi datang bersama putrinya Mila, yang dikabarkan bisa meramal dan pernah terbukti saat pernikahan Jenderal. Jenderal baru saja mengakui Mila sebagai putri kandung, namun suasana memanas ketika pembicaraan beralih ke sebuah gelang seperti milik nenek: diklaim bermasalah—membuat kaki nenek sakit meski sudah dibawa ke orang pintar—dan dianggap membawa 'hoki' bagi keluarga Tanadi sehingga menguntungkan Baleno. Seorang tamu menuduh Mila berbohong; Mila malah menunjuk dan berbisik kepada ayahnya, "Di bawah altar ada sesuatu", menimbulkan kecurigaan dan sebuah rahasia yang belum terungkap.
Di pertemuan tegang di depan altar leluhur Keluarga Baleno, seorang ayah membawa putrinya menuntut membuka altar karena ada barang yang menyakiti nenek; Jenderal dan kerabat Baleno melarang sentuh pada hari ulang tahun ayah. Setelah penolakan, ayah memerintahkan bongkar dan di bawah altar ditemukan foto lama dari Kediaman Jenderal serta tanggal lahir ibunya. Ayah menuntut penjelasan: mengapa barang itu ada di sana? Seorang pihak menuduh, "ini namanya ambil peruntungan orang." Penemuan ini memaksa Jenderal memberi jawaban, sementara kecurigaan dan klaim tentang asal barang tetap menggantung.
Keributan meletus saat beberapa orang menuduh gelang yang dipakai nenek berasal dari barang kuburan dan membawa sial; mereka juga menyinggung tanggal lahir yang diletakkan di bawah altar, menyalahkan pihak lain atas sakit nenek. Rina dan seorang ibu memasang badan saat tuduhan memanas, satu orang mengancam secara fisik dan menuduh Harry telah menyentuh putrinya. Mila dinyatakan punya backing, lalu Yusuf Baleno muncul dan bersumpah rela mengorbankan 20 tahun hidup agar Harry Tanadi celaka. Ayah memperingatkan pertumpahan darah; ancaman Yusuf menutup episode dengan bahaya yang belum terselesaikan.