Wendi, seorang mahasiswa jurusan tari yang juga menjadi kurir makanan, mengalami kehilangan ingatan akibat luka di kepalanya. Ayahnya sakit, sehingga Wendi bekerja sampingan untuk membiayai rumah sakit. Konflik muncul saat Wendi hampir menabrak seorang wanita, menimbulkan kerusakan mobil yang memicu permintaan ganti rugi. Namun, sang pria menawarkan bantuan, bahkan membatalkan tuntutan dengan bantuan sekretarisnya. Ayah Wendi tiba-tiba memanggilnya pulang karena situasi mendesak, dan Wendi dihadapkan pada pilihan mengenai proyek amal atau mencari sponsor untuk mengatasi masalah ekonomi keluarganya. Ketegangan berakhir dengan keputusan yang belum terselesaikan.