Wendi dan suaminya, Rami, terlibat dalam ketegangan tentang kesetiaan dan rasa sakit fisik yang dialami Wendi setelah malam sebelumnya. Rami memeriksa tubuh Wendi dan mengancam cerai jika Wendi selingkuh, sementara Wendi membantah dan menolak menyerah pada ancaman itu. Selain itu, Wendi berencana menghadiri acara serah terima donasi amal Grup Jutomo di Akademi Seni Gilian. Di acara tersebut, Rami mempertaruhkan nyawanya demi keselamatan Wendi, mengukuhkan konflik dan ketegangan yang belum selesai antara keduanya.