Resti, yang sedang sekarat karena racun yang terus meresap, dihadapkan pada tekanan keluarga untuk menikah demi menjaga nama baik keluarga Nara. Keluarganya memutuskan membatalkan perjanjian pernikahan dengan Keisha dan mengganti posisi calon pengantin perempuan dengan Resti, meski penyakitnya parah. Ayah Resti berharap pernikahan ini dapat memberikan Resti kehidupan yang lebih utuh dan masa depan cerah. Namun, kondisi Resti yang lemah dan keputusan mendadak ini menimbulkan ketegangan dan ketidakpastian tentang nasibnya selanjutnya.