Miana terluka parah dan menahan pisau demi suaminya, Moryu, yang dianggap sangat beruntung karena cintanya padanya. Miana, yang dulu kejam, kini bertekad sembuh sendiri meski dilarang, sementara orang lain bersaing untuk jadi ketua klan karena Miana hampir meninggal. Moryu ragu karena kemampuan penyembuh hanya ada di klan lain, namun tekanan semakin bertambah saat Miana tidak bisa menggunakan kemampuan 'Tangan Emas' pada dirinya sendiri. Di tengah ketegangan itu, ancaman dan kemarahan muncul, meninggalkan nasib Miana belum pasti dan konflik kepemimpinan klan mengambang.