Epiode ini dimulai dengan munculnya situasi genting saat sebuah makhluk jahat menyerang, memaksa anggota baru Biro Pembasmi Iblis untuk bertindak. Egi Barata, yang sudah bergabung selama 10 tahun, memimpin misi pertama tim dalam menghadapi siluman musang yang dianggap remeh. Namun, misi memburuk saat mereka menemukan siluman pohon berusia ribuan tahun dengan kekuatan mematikan yang pernah membantai pasukan komandan kompi. Ketegangan meningkat saat Sistem Pembasmi Iblis dan Pelahap Siluman aktif memberikan Egi hadiah Mata Penembus Iblis yang dapat mengungkap kelemahan musuh, menyiapkan mereka untuk pertarungan yang jauh lebih berbahaya dari perkiraan.
Dalam episode ini, Egi, seorang prajurit baru Alam Kulit Tembaga, menghadapi siluman pohon yang sangat kuat hingga kepala regu dan komandan lain tewas menghadapi makhluk itu. Meski dianggap prajurit receh, Egi berhasil membunuh siluman tersebut hanya dengan satu tebasan, menembus Formasi Seribu Sulur yang dianggap mustahil. Kejadian ini mengejutkan rekan-rekannya yang meragukan kemampuannya dan mempertanyakan apakah Egi benar-benar seperti mereka, orang baru di Biro Pembasmi Iblis. Konflik utama berpusat pada pengakuan kemampuan Egi yang memicu ketegangan baru di dalam biro tersebut.
Dalam episode ini, seorang pria menghadapi Siluman Pohon Seribu Tahun yang sudah terluka parah oleh petir, sehingga inti siluman yang bisa diserap hanya setara dengan 100 tahun, bukan 1000 tahun. Ia berhasil menyerap inti tersebut dan membuka 12 meridian utama sekaligus, peningkatan yang hanya pernah terjadi pada ahli legendaris. Setelah pertarungan, pria itu menemukan jimat berisi organ hati siluman yang disegel di dalamnya, menunjukkan ada rahasia tersembunyi di balik siluman ini. Ketegangan meningkat saat terungkap bahwa ini bukan bencana biasa, tetapi sesuatu yang lebih besar menanti jawaban.
Dalam episode ini, sebuah regu pembasmi iblis menghadapi Siluman Pohon Seribu Tahun yang buron dan berbahaya. Kuat Egi, prajurit baru, dikabarkan membunuh komandan mereka, Tuan Bagas, dan mengklaim telah mengalahkan siluman tersebut, namun ia dicurigai telah bersekongkol dengan makhluk jahat. Ketegangan memuncak saat Egi menantang tuduhan dan menggunakan kekuatan baru melawan serangan boneka kertas andalan Tuan Erza. Konflik ini menimbulkan ancaman hukuman berat dari Biro Pembasmi Iblis dan kedatangan komandan baru yang dikenal adil, Damar Giri, menjadi titik balik yang menentukan nasib Egi dan kebenaran pengkhianatan ini.
Egi dituduh bersekongkol dengan makhluk jahat, membunuh Tuan Bagas, dan menghancurkan senjata ajaib, sehingga Komandan Batalyon memerintahkan penahanannya tanpa pandang bulu. Egi membela diri, mengaku sebagai adik ipar Tuan Erza yang juga seorang jenius, tapi Komandan tak berpihak dan menegaskan bahwa keadilan harus ditegakkan. Sementara itu, keterlibatan Sekte Teratai Merah dalam kasus ini terungkap, membawa ancaman ritual kegelapan yang telah memicu kemunculan makhluk siluman. Egi didorong untuk cepat meningkatkan kemampuan dan harus memilih teknik sakti baru, menghadapi tekanan besar saat memasuki babak baru pertarungan dan pembuktian diri.
Seorang pria muda menolak menggunakan teknik Kuil Penakluk Iblis Penjaga Gunung yang tertinggal dan sudah lama ditinggalkan karena sulit dikuasai, meski dianggap hebat dan pernah digunakan oleh ahli terkemuka Obi Farda. Ia memilih mengikuti ujian resmi Panggung Pembasmi Iblis untuk naik jabatan komandan regu, meski ada tawaran pengangkatan khusus dari kakak iparnya. Ujian ini berisiko karena melibatkan pasukan tengkorak yang jahat. Dengan bantuan Pil Pengumpul Energi, pria itu berlatih menguatkan alamnya dan berhasil meningkatkan tingkat Astralnya, menyiapkan diri untuk ujian yang berbahaya tersebut, sementara ketegangan soal pilihan jalannya tetap terbuka.
Episode ini dimulai dengan ketegangan di Biro Pembasmi Iblis saat adik ipar Tuan Damar tiba dan posisi komandan regu sudah diatur secara tidak adil karena koneksi keluarga. Sebuah pengkhianatan terungkap ketika Tuan Riki, mata-mata Sekte Teratai Merah, dibunuh oleh adik karakter utama, namun pihak biro justru ingin menghukum sang pembunuh. Konflik memuncak saat terkuak bahwa Kera Gunung Tiga Wajah Enam Tangan, siluman berbahaya, sudah dibunuh, menimbulkan tanda tanya tentang kekuatan mata-mata tersebut. Ujian untuk menaklukkan pasukan tengkorak berlangsung dengan Egi mendominasi, memaksa pertanyaan tentang kemampuan kultivasi sebenarnya.
Seorang pria baru saja diangkat sebagai komandan regu di Ogya dan menerima perlengkapan serta tim pilihan khusus untuk menjalankan tugasnya membasmi makhluk jahat. Ia mendapat laporan mengenai puluhan pasangan muda yang ditemukan mati peluk mesra dalam sumur dengan ekspresi aneh, dicurigai kasus bunuh diri palsu yang disebabkan oleh siluman. Ia diperintahkan untuk menyelidiki kejadian ini sendirian agar bisa mengukir prestasi dan menaikkan wibawa. Saat di lapangan, ia menolak menginap di desa untuk memancing pelaku, menandakan rencana perlawanannya mulai berjalan, namun ancaman di tempat itu masih belum terungkap sepenuhnya.
Dalam episode ini, seorang pembasmi siluman membunuh Musang Kuning Pemikat Jiwa, siluman yang masuk daftar buronan lama, dengan mudah dan menyerap inti siluman berusia seratus tahun untuk mendapatkan jurus sakti. Timnya memperingatkan agar tidak terjebak dalam Tubuh Pesona Seribu Ilusi yang dimiliki musuh. Setelah itu, mereka membahas kasus ganjil pasangan muda yang bunuh diri dengan posisi pelukan dan wajah bahagia di sebuah sumur. Terungkap bahwa kasus ini terkait dengan Sekte Teratai Merah yang menggunakan teknik menyeramkan untuk melahirkan makhluk jahat, memicu ancaman baru yang harus mereka hadapi.
Dalam episode ini, sebuah tim menyelidiki kasus mayat tanpa luka dengan organ hilang yang mengarah pada aktivitas mistis Sekte Teratai Merah. Mereka menemukan sumur yang memancarkan aura Yin dan efek halusinasi kuat, di mana korban seolah masuk dengan sukarela pada tengah malam saat terdengar suara nyanyian menyeramkan. Saat malam tiba, tim menganalisis kondisi di sekitar sumur dan menyaksikan pengendalian pikiran yang kuat pada orang-orang yang terperangkap. Di puncak situasi, seorang pria menggunakan 'Mata Penembus Iblis' untuk mengatasi teknik manipulasi tersebut, membuka peluang untuk mengungkap dalang di balik semua ini.