Di pasar, Bu Aurel dan rombongan tiba untuk menghadang pria yang dulu kabur; mereka yakin kali ini dia tak akan lolos. Mereka menemukan pria itu bekerja sebagai tukang daging. Pemilik stan memuji penampilannya lalu menagih sewa: bila tak bayar tokonya tak boleh buka. Pemilik menawarkan sepotong perut daging sebagai pembayaran sementara ancaman penutupan tetap menguat. Di tengah kerumunan, anak kecil bernama Sesil tiba-tiba memanggil pria itu 'ayah' karena ibunya bilang demikian, namun pria itu membantah—adegan berakhir dengan tuduhan yang menggantung.