Dalam episode ini, sang Panglima dipaksa ayahnya untuk menemui seorang wanita yang telah ia pilih sebagai calon istri demi melanjutkan keturunan keluarga di tengah ancaman kerusakan negara oleh Juro. Awalnya menolak karena fokus pada masalah negara, Panglima kemudian mengetahui bahwa penghibur yang hamil adalah Winda, kakak dari Pak Anto, yang rela menjual diri demi menolong adiknya. Terungkap pula bahwa Winda terancam disakiti oleh Kak Ana sebagai hukuman. Panglima akhirnya bersiap menemani Winda menghadapi ancaman tersebut, menegaskan bahwa masalah ini juga membahayakan garis keturunan keluarga mereka.