Seorang anak kecil nekat masuk ke kantor wakil direktur rumah sakit meminta pertolongan untuk ibunya yang mengidap leukemia. Wakil direktur Lina menolak dan mengejeknya karena keluarganya tidak mampu membayar, bahkan mengancam akan mengusir anak itu. Namun, Pak Satya segera datang dan menghentikan tindakan Lina setelah mendengar suara anak tersebut. Dia menunjukkan perhatian dengan menawari pijatan kepala, mengindikasikan simpati dan kemungkinan akan membantu. Episode berakhir dengan ketidakpastian nasib ibu sang anak dan bagaimana Pak Satya akan menghadapi situasi ini.