Episode ini dimulai dengan ketegangan saat seseorang diserang dan diselamatkan oleh seorang pria yang memperingatkan untuk bersembunyi dengannya agar tidak dibunuh. Terjadi konfrontasi tentang siapa yang mengirim penyerang, yang diduga berasal dari keluarga kedua Kota Aruka. Pria itu kemudian memperlihatkan cara keras desa mereka mengatasi pencuri. Di sisi lain, ekspresi Tuan Muda berubah setelah lama tidak tersenyum, menimbulkan rasa penasaran dan kecemasan. Akhirnya, kedua pihak menyadari bahwa mereka sama-sama telah menyelamatkan satu sama lain dan memutuskan untuk menganggapnya sebagai imbas, meninggalkan ketegangan yang belum selesai.