Kris dan Yola menghadapi tekanan besar menjelang pernikahan mereka karena keluarga Yola menuntut mahar 160 juta rupiah, jumlah yang jauh melebihi kemampuan Kris dan keluarganya. Kris berusaha mencari solusi, tapi keluarga Yola menolak kompromi. Pada saat kritis, ibu Kris menawarkan pinjaman untuk menyelamatkan pernikahan, dan mereka akhirnya melanjutkan acara di Hotel Lago. Namun, tradisi menantu memberikan uang kepada mertua saat upacara teh menimbulkan konflik baru, karena jumlah yang diminta membuat Kris dan Yola semakin terpojok, meninggalkan ketegangan yang belum terselesaikan.