Kris dan keluarganya menghadapi tekanan besar dari keluarga calon pengantin wanita yang tiba-tiba menambah mas kawin menjadi 400 juta ditambah biaya baru 37,6 juta. Kris berjuang memenuhi tuntutan tersebut meski sudah memberi 160 juta sebelumnya, bahkan disarankan untuk pinjam atau jual darah. Konflik memuncak saat keluarga Kris merasa diperlakukan hanya sebagai sumber uang, dan pernikahan hampir batal. Di tengah kebingungan itu, muncul ancaman baru berupa upaya penculikan pengantin pria yang memperberat situasi dan meninggalkan ketegangan belum selesai.