Citra menghadapi keraguan dari Pak Sandi dan Tuan Cahyo tentang keaslian ijazah kuliahnya dari luar negeri. Untuk membuktikan kemampuan dan latar belakangnya, ia diminta menjelaskan proyek Kapsul Nano dalam bahasa Prancis, tapi ia gagal menjawab karena menggunakan dialek yang tidak dipahami lawan bicaranya. Kecurigaan bahwa ijazah Citra palsu pun mencuat, sementara Citra mempertahankan bahwa dialek yang dipakainya memang berbeda dan bukan kesalahannya jika tidak dimengerti. Ketegangan berakhir dengan ketidakpahaman bersama dan tuduhan yang menggantung, memicu konflik yang belum terselesaikan.