Elisa tiba-tiba setuju melakukan operasi pengangkatan jaringan otak pada putri seorang konglomerat, yang sebenarnya dijadwalkan sebulan kemudian. Rekan kerjanya, Pak Victor, meragukan kemampuan Elisa yang belum menguasai dasar ilmu medis dan khawatir operasi tersebut bisa merenggut nyawa pasien. Pak Victor diminta untuk membantu mengungkap kelicikan Elisa dengan menyiarkan operasi itu secara langsung agar kesalahan medisnya terekspos. Setelah berunding, Elisa bersedia rekaman operasi tersebut agar ilmu medisnya bisa dipelajari dokter lain, meski ini belum menyelesaikan kekhawatiran atas risiko nyata dan motif Elisa.