Episode ini dibuka dengan kemarahan massa yang menuntut eksekusi terhadap Rafael, mantan Gubernur bunker, beserta orang tuanya. Selena, sang Gubernur baru, menghadapi tekanan berat ketika kakek dan neneknya sendiri bersujud memohon agar Rafael dibebaskan. Mereka mengingatkan Selena akan sumpahnya untuk mengutamakan rakyat. Dalam konflik antara ikatan keluarga dan tanggung jawab hukum, Selena akhirnya memilih keadilan. Dia menolak permohonan mereka dengan tegas dan memerintahkan pengawal untuk membawa serta mengurung kedua orang tua itu. Sementara itu, di tempat lain, seseorang menandai sebuah lokasi yang indah sebagai markas awal untuk pembangunan kembali.