Winny menghadapi keraguan dari orang tua lain yang meremehkan latar pendidikannya, terutama soal kemampuan bahasa Inggrisnya yang dianggap tidak memadai untuk menerima tamu asing. Mereka mengejek dan meragukan kesungguhannya mengikuti komite orang tua. Di tengah tekanan itu, Winny menegaskan dirinya sebagai peraih penghargaan internasional dan menguasai empat bahasa. Menanggapi rasa penasaran dan skeptisisme itu, seorang guru mengusulkan tes kemampuan Winny. Walau ada penolakan, akhirnya tes itu disetujui, memicu ketegangan tentang apakah Winny dapat membuktikan kapasitasnya.