Grup Dalas menghadapi krisis besar saat rantai pasokan terputus dan produksi di beberapa kawasan industri terhenti, memicu rapat darurat direksi. Serangan terencana dari pihak tak dikenal membuat modal grup terkunci dan stok barang menumpuk, memaksa mereka mencari solusi cepat. Seorang kurir makanan tiba-tiba masuk dan menawarkan bantuan, meski awalnya diragukan oleh jajaran elit bisnis. Kurir itu menyarankan penjualan kawasan industri tertentu dan restrukturisasi untuk menghidupkan kembali rantai modal. Keputusan sulit itu akhirnya diambil, menyebabkan saham grup mulai naik dan memberi harapan baru, namun keberadaan kurir misterius masih menjadi pertanyaan.