Di episode ini, Santo yang berusia 88 tahun merasa lemah saat harus menunjukkan kemampuan mengendalikan elemen air, sementara sang kakek moyang, kultivator abadi berusia 800 tahun, mengawasi usaha mereka. Keluarga membicarakan perjodohan cucu mereka dengan Melia Sukim, wanita muda dan cantik, untuk menyenangkan sang kakek moyang di ulang tahunnya. Santo menghadapi cobaan berat karena bencana petir yang mengancam latihannya, sehingga dia memutuskan mengalah dan turun gunung untuk melamar. Episode berakhir dengan perubahan besar saat Santo berhasil berdiri, menandai awal langkah barunya.