Naomi Tiko, perwakilan murid baru dari latar belakang miskin, tampil memberi pidato di acara pembukaan kampus meski mendapat hinaan dari siswa lain yang meremehkannya. Ketika Pak Axel Nirwa, pemegang saham terbesar universitas dan sponsor biaya kuliah Naomi, hadir, Naomi berterima kasih padanya namun menolak bantuan tersebut, mengancam akan melepaskan dana tersebut karena takut akan keterikatan dan tekanan yang datang bersamanya. Pak Axel memperingatkan Naomi bahwa menolak bantuannya berarti pengusiran seumur hidup dari kampus dan denda besar, juga memperingatkan konsekuensi bagi neneknya yang sedang sakit. Episode berakhir dengan ketegangan saat Naomi menghadapi ancaman tersebut dan pilihan sulit menunggunya.