Seorang pria datang ke pemakaman suami Maria yang baru meninggal. Ia dengan sinis menyebut almarhum sebagai 'si cacat' yang akhirnya mati, menyatakan bahwa sekarang segalanya menjadi lebih mudah. Maria yang berduka menegurnya karena berkata seperti itu di tengah upacara penghormatan terakhir. Pria itu dengan angkuh membalas bahwa ia tidak takut pada siapapun, bahkan Tuhan sekalipun. Tiba-tiba seorang anak perempuan muncul dan berteriak marah kepadanya, menuduhnya telah menghancurkan foto ayahnya. Suasana duka berubah menjadi konfrontasi penuh kemarahan dan luka di tengah prosesi pemakaman.