Pangeran Jefri mendatangi seorang tabib yang menawarkan diri menyembuhkan racun yang dideritanya, dengan syarat diberikan balai pengobatan kecil sebagai tempat membuat obat dan sumber penghidupan. Tabib itu menolak memanfaatkan Pangeran untuk keperluan pribadi meski Pangeran memaksa dan meremehkan keberatan tabib. Setelah perdebatan sengit, tabib tersebut akhirnya setuju dengan keputusan untuk bertahan hidup dan mandiri tanpa kembali ke rumah. Sementara itu, penyakit kakek tabib kambuh dan tabib istana menyerah, menimbulkan harapan pada tabib hebat yang bisa menyembuhkan kakek tersebut, memicu ketegangan yang belum terpecahkan.