Ketika Perdana Menteri tiba-tiba jatuh sakit akibat keracunan hati dan paru-paru, para tabib di istana merasa tak mampu menyembuhkannya. Yana, yang sering dianggap ceroboh dan tak berkompeten oleh orang-orang sekitar, mendesak untuk mencoba mengobati kakeknya, meski mendapat penolakan dan celaan. Ketegangan memuncak saat Yana menegaskan keseriusannya dan akhirnya diizinkan mencoba pengobatan alternatifnya. Di akhir episode, pengobatan Yana ternyata berhasil, mengejutkan semua yang meragukannya dan mengubah pandangan tentang kemampuannya, namun perdebatan dan ketidakpercayaan masih tersisa.