Fandi menyerahkan 900 koin perak kepada pamannya sebagai ganti rugi untuk tumpangan yang selama ini diberikan, namun pamannya menolak uang tersebut. Terjadi ketegangan saat pamannya menuduh Fandi mendapat uang dari cara curang dan mengancam melapor polisi jika uang itu kotor. Fandi membela diri bahwa uang itu didapatkan dengan jujur dari usahanya di hutan Goblin. Pamannya masih curiga dan mempertanyakan pekerjaan Fandi sebagai pembersih kotoran. Fandi menegaskan kemampuannya mandiri meski mendapatkan penolakan keluarga, meninggalkan konflik yang belum selesai.