Di depan lobi perusahaan, Leo diusir setelah dituduh menyontek di Liga Provinsi dan ketahuan punya CV palsu. Seorang kakak yang minta kerja mengaku pada adik—bos perusahaan—bahwa dia dulu yang melaporkan dan memalsukan bukti untuk menjebak Leo, supaya kehormatan juara, kuota masuk Universitas Singbe, dan harta keluarga jatuh ke tangannya. Pengakuan berubah menjadi ancaman: kakak berusaha melukai atau membunuh, memaksa korban memohon kepada ayah dan ibu. Dia memerintah korban berlutut meminta maaf dan menyerahkan kuota penerimaan ke Ken; korban menolak. Konflik kini memuncak tanpa penyelesaian, pilihan paksa atau pembelaan segera menunggu.