Di adegan pembuka, seorang penyandera menghitung sampai tiga sambil memaksa seseorang bersenjata meletakkan senjata, berlutut, dan 'bertobat' di hadapan Yang Mulia Ratu Pembalasan, mengancam akan membunuh 'si bocah cerewet' jika tidak menurut. Korban justru tersenyum, memancing komentar bahwa keterikatan mereka "cuma hubungan ranjang", lalu penyandera mengancam mematahkan lehernya; hitungan dilanjutkan dan perintah untuk segera menyelesaikan muncul. Titik balik datang saat seseorang menyela, menyatakan bahwa bukan hanya penyandera yang bisa memakai ilmu boneka. Pengakuan itu membalik kendali konflik dan meninggalkan ancaman awal terbalik, dengan pertaruhan kekuatan baru yang belum terselesaikan.